Pada artikel sebelumnya kita telah membahas sekilas mengenai penerapan metodologi Six Sigma di industri healthcare. Kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai manfaat ataupun keuntungan yang bisa didapat dengan menerapkan Six Sigma pada industri healthcare Anda. Secara umum terdapat lima keuntungan utama yang bisa Anda dapatkan sebagai berikut:
Category Archives: Six Sigma
PEnerapan Six Sigma di Bidang Healthcare
Strategi Six Sigma mulai diinisiasi untuk aplikasi pada industri healthcare pada bulan Maret tahun 1998. Commonwealth Health Corporation (CHC) adalah organisasi healthcare pertama yang sukses mengimplementasikan strategi efisiensi dari Six Sigma. CHC menandatangani kontrak dengan Healthcare Solution, sebuah divisi konsultasi dari GE Medical Systems, untuk membantu organisasi mereka melatih leadership dalam membentuk team building yang efektif, mengurangi cost operasional, dan meningkatkan bulling cycle. Prioritas kuncu yang digambarkan oleh organisasi telah tercapai: keuntungan finansial substansial telah terbentuk, khususnya pada departemen radiologi yang mengalami peningkatan sebesar 33% dan cost per prosedur radiologi berkurang sampai 21,5%. Perusahaan tersebut dapat memfokuskan pada pemilihan proyek-proyek yang penting dan mengujinya untuk mencapai tujuan strategis dari perusahaan yang telah ditetapkan. Pada tahun 2003, Stanford Hospital and Clinics dan Red Cross Hospital di Belanda juga menerapkan kekuatan dari Six Sigma dalam membuat solusi standardisasi untuk beberapa permasalahan prosedur dan organisasi.
Incoming search terms:
Implementasi Six Sigma
Satu kunci dari inovasi Six Sigma mencakup profesionalitas dari quality management function. Sebelum kemunculan Six Sigma, quality management pada penerapannya terdegradasi secara besar-besaran ke arah produksi dan ahli statistic dalam quality department yang terpisah. Program Six Sigma yang resmi mengadaptasikan terminologi ranking (mirip seperti beberapa sistem bela diri) untuk menentukan hierarki (dan jalur karir) yang melibatkan semua lini bisnis.
Six Sigma mengidentifikasikan beberapa peranan untuk mencapai implementasi yang sukses.
Incoming search terms:
Axiomatic Design
Axiomatic design adalah sebuah metodologi desain sistem menggunakan metode matrix untuk menganalisa transformasi dari kebutuhan customer secara sistematis ke dalam functional requirement, parameter desain, dan variabel proses. Istilah axiomatic ini sendiri didapat dari kegunaan prinsip desain atau desain Axioms yang mempengaruhi analisis dan proses pengambilan keputusan dalam mengembangkan produk berkualitas tinggi atau sebuah desain sistem. Axiomatic design disinyalir sebagi metode desain yang mengalamatkan masalah mendasar dalam Taguchi Methods.
Metodologi ini dikembangkan oleh Dr. Suh Nam Pyo sejak tahun 1990an. Beliau adalah Dokter dari departemen Teknik Mesin di Universitas MIT. Beberapa rangkaian konferensi akademik telah diadakan untuk menambahkan pengembangan yang diperlukan dalam metodologi ini. Konferensi terakhir yang telah diselenggarakan adalah International Conference on Axiomatic Design (ICAD) yang dilaksanakan pada tahun 2009 silam di Negara Portugal.
Incoming search terms:
Pelatihan Six Sigma Green Belt
Pelatihan Six Sigma Green Belt kembali akan diselenggarakan oleh SSCX International pada bulan Maret 2012. Pendaftaran sudah dapat dilakukan, untuk memastikan Anda mendapatkan biaya terrendah selama masa early bird. Hubungi SSCX di www.SSCXinternational.com atau training@sscxinternational.com. Link informasi pelatihan di sini.
Apa itu Green Belt dan Black Belt? Baca lebih lengkap di sini.
Incoming search terms:
Bill Smith the Father of Six Sigma

Bill Smith atau yang dikenal dengan Bapak Six Sigma ini lahir pada tahun 1929 di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Jika Anda mengenal fotografer ternama, Jamie Lynn Smith, ia adalah cucu dari Bill Smith. Beliau merupakan lulusan dari U.S. Naval Academy angkatan 1952 dan kemudian melanjutkan studinya di University of Minnesota School of Management atau yang sekarang lebih dikenal dengan Carlson School of Management. Pada tahun 1987, Bill Smith bergabung dengan perusahaan Motorola setelah 35 tahun berkiprah di dunia engineering dan quality assurance. Peran beliau saat itu cukup penting bagi perusahaan Motorola sendiri yaitu sebagai vice president and senior quality assurance manager untuk Land Mobile Products Sector. Continue reading